Desa Bulo-Bulo secara
administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Pujananting Kebupaten Barru. Namun, secara geografis desa ini sangat dekat dengan wilayah Kabupaten Pangkep. sehingga, jika anda berada di Makassar dan hendak menuju ke desa ini disarankan
untuk ke Pangkep ke arah Tonasa 1 akan lebih singkat dari pada menuju ke Barru
kemudian belok ke Buludua jarak tempuhnya bisa 2-3 kali lebih jauh. Desa yang
tidak lama lagi mengadakan PilKades ini memiliki tujuh dusun. Dusun Passengareng,
Dusun Lappatemmu, Dusun Labaka, Dusun Maroanging, Dusun Panggalungang, Dusun
Rumpiae dan Dusun Palampang. Dari ketujuh dusun itu ada tiga dusun yang
lokasinya cukup jauh dan akses ke sana terbilang cukup sulit yaitu Dusun Labaka, Dusun
Maroanging dan Dusun Panggalungang. Jika anda pernah membaca buku mengenai
etnis-etnis di Sulawesi Selatan, maka tentu anda tidak asing lagi dengan
Masyarakat To Balo dan To Karibo. Masyarakat yang lahir dengan anugerah yang
berbeda dari Allah Swt ini, bermukim di Desa Bulo-Bulo tepatnya di Dusun Maroanging dan Dusun Labaka. Secara umun, penduduk di desa ini berprofesi
sebagai petani dengan sawah tada hujan sebagai lahan garapan. Ada juga hasil
perkebunan yang lain, namun belum digarap secara maksimal oleh pemerintah desa
dan kabupaten. Di bidang pendidikan, dari tujuh dusun yang ada, hanya Dusun
Lappatemu yang memiliki sekolah dalam kategori layak, baik itu dari segi
fasilitas ataupun tenaga pendidik. Beda halnya dengan sekolah yang ada di dusun
lain, Dusun Panggalungan misalnya. Di Dusun ini, selain kondisi bangunan yang memprihatinkan, tenaga pengajar menjadi kendala utama. “memang
ada staf pengajar di sini, namun mereka tinggal di daerah Pujananting yang
jaraknya puluhan kilo meter, serta akses dari sana menuju ke dusun ini masih
jauh dari kata layak. Bahkan ketika hujan deras turun, air sungai akan meluap, sehingga memutus akses dari dan menuju Dusun ini” kata Ulla (salah satu
anggota KSR PMI UNHAS yang bergabung dalam komunitas Sokola Kaki Langit).
Pembukaan Aksi Relawan (AR) 2017
Aksi Relawan adalah salah satu
program kerja tahunan yang dijalankan oleh organisasi KSR PMI UNHAS. Kegiatan
yang berbasis pengabdian pada masyarakat ini, memiliki tiga indikator yang
dijadikan tolak-ukur dalam penentuan item kegiatan, yaitu: kesehatan, pendidikan
dan pertanian. Namun, tidak menutup kemungkinan, ada indikator lain yang bersifat
insidentil yang patut untuk diperhatikan. Indikator-indikator ini nantinya, akan
menjadi bahan evaluasi untuk memutuskan apakah wilayah atau desa bersangkutan layak
untuk menjadi lokasi kegiatan Aksi Relawan atau tidak. Di tahun ini, berdasarkan
pertimbangan dari tim Survey, lokasi AR 2017, KSR PMI UNHAS memutuskan memilih
Desa Bulo-Bulo di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru sebagai lokasi
kegiatan. Aksi Relawan tahun ini diketuai oleh Novia Tri Ansari adalah
mahasiswa Jurusa Sastra Inggris angkatan 2014. Dengan mengusung Tema Merajut Asa Untuk Setitik Harapan di Tanah
Bentong. “Selamat datang di desa
Bulo-Bulo, selamat berkegiatan dan semoga ini menjadi awal yang baik untuk
menghadirkan kegiatan-kegiatan lainnya yang tak kalah bermanfaat”. Itulah
sepenggal kata dari perwakilan Desa Bulo-Bulo yang menandai dimulainya acara
Aksi Relawan 2017 secara resmi pada hari Jum’at, 27 Oktober 2017 yang bertempat
di SD INPRES 24 Lappatemmu. Pembukaan yang berlangsung hikmad ini juga turut di
hadiri oleh Iman dusun Lappatemmu, ibu Bidan dan kepala dusun yang ada di desa
ini. Plt Desa Bulo-Bulo sendiri belum
sempat hadir sebab beliau masih berada di kantor kabupaten dalam rangka
penyusunan anggaran desa. Dalam sambutannya ketua panitia menegaskan bahwa
selama dua hari kedepan dari 27 hingga 28 Oktober 2017 KSR PMI UNHAS akan berkegiatan di desa ini
dengan item kegiatan meliputi penyuluhan pertanian, penyuluhan
kesehatan, pembuatan Bio Gas,pemeriksaan kesehatan dan Sirkumsisi.
Penyuluhan,Pemkes dan Sirkumsisi


Selapas acara pembukaan dimulailah
kegiatan AR. Di hari pertama diadakan penyuluhan Tanaman Obat Keluarga oleh Yuyu,Penyuluhan
Pertanian Oleh Hamiri (ketua KSR PMI UNHAS) dan Rahmat.W dan Penyuluhan Prilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak SD oleh Nisa dan Novi. Masyarakat cukup
antusias dalam mengikuti penyuluhan ini utamanya untuk penyuluhan TOGA dan
Penyuluhan pertanian. Masyarakat sesekali mengajukan pertanyaan untuk hal-hal
yang kurang dipahami. Penyuluhan Toga Sendiri menitik beratkan pada upaya
pemanfaatan lahan pekarangan warga yang kosong agar dimanfaatkan sebagai tempat
menanam tanaman-tanaman Obat selain itu untuk memparkenalkan berbagai macam
jenis tanaman serta manfaatnya dalam bidang kesehatan. Untuk Penyuluhan pertanian
pemateri menfokuskan pada pembuatan pupuk organik dengan bahan-bahan yang mudah
dijumpai di sekitar tempat tinggal warga seperti batang pisang, daun pohon
gamal, gula merah dan air beras. Di gedung yang terpisah pemateri PHBS Novi dan
Nisa terlihat sibuk memberikan arahan kepada anak-anak SD agar tertib dalam
mempraktekkan cara mencuci tangan dan sikat gigi yang baik dan benar. Mereka
sangat antusias mengantri agar mendapat giliran mencuci tangan dan bersikat
gigi. Namun yang namanya anak SD Selalu saja jahil dengan teman-temannya sehingga
membuat suasana menjadi gaduh untung saja teman-teman panitia sudah memiliki
cara-cara yang ampuh untuk mengatasi kegaduhan anak SD salah satunya dengan
mengajak berfoto ataupun bernyanyi bersama.
Tim Bantuan Medis dari HMI Komisariat Kedokteran Unhas
Dihari kedua kegiatan AR dilanjutkan
dengan kegiatan PHBS Rumah Tangga oleh Putri dan penyuluhan tentang pembuatan
bahan bakar Bio Gas menggunakan kotoran ternak oleh Farhun. Terkhusus untuk
pembuatan Bio Gas peserta cukup serius memperhatikan langkah-langkah pembuatan
yang dipaparkan oleh pemateri
“kotor
namun bermanfaat” guman salah satu peserta sambil tersenyum. Ditempat
terpisah sedang berlangsung pemeriksaan kesehatan dan sirkumsisi atau sunatan
massal. Dalam kegiatan ini KSR PMI Unhas menjalin kerja sama dengan tim Medis
dari HMI komisariat Kedokteran Unhas. Dengan melibatkan 15 orang tenaga medis
dari HMI yang kemudian dibagi menjadi dua tim. Satu tim untuk pemeriksaan
kesehatan dan satu tim untuk sirkumsisi. Kegiatan ini dimulai dari pukul
Sembilan sampai dengan pukul empat sore waktu setempat. Untuk pasien yang
disirkum sebanyak 35 anak yang terdiri dari anak SD dan SMP. Sedangkan untuk
pemkes total pasien sebanyak 43 orang.
Malam penutupan dan pertandingan Domino

Dua hari berkegiatan di Desa
Bulo-Bulo akhirnya sampailah pada penghujung kegiatan, untuk mengakhiri kegiatan
ini dalam suasana keakraban dan juga atas pertimbangan warga, maka panitia
berinisiatif untuk mengadakan acara penutupan yang dirangkaikan dengan
pertandingan domino. Cuaca malam itu cukup bersahabat seakan memberikan
kesempatan kepada keluarga besar KSR PMI UNHAS untuk bersua-ria dengan warga di
Desa Bulo-Bulo. Satu persatu warga berdatangan ke sekolah untuk mengikuti acara
penutupan AR sekaligus mendaftarkan diri mengikuti pertandingan domino. Dimalam
terakhir ini ketua KSR PMI UNHAS dalam sambutannya menghaturkan rasa terimasih
kepada semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan AR tahun ini “
utamannya untuk pemerintah Desa Bulo-Bulo
yang telah memberikan berbagai fasilitas untuk digunakan dalam berkegiatan”.
Tutur ketua KSR mengakhiri malam penutupa Aksi Relawan 2017.
Sampai Jumpa di Aksi Relawan 2018
Label: adventure, aksi relawan, bantuan medis, barru, bentong, bulo-bulo, desa, domino, dusun, etnik, pedesaan, perjalana, pertandingan, petualangan, sokola kaki langit, sulawesi, tokaribo, unik, wisata