Indonesia sebagai negara
kepulauan
 |
| Sumber: quickstart-indonesia.com |
...Nenek moyangku orang pelaut…adalah sepenggal syair lagu yang tidak asing lagi di telinga kita. Selalu
mendengung, dinyanyikan sebagai bentuk keyakinan bahwa selain pertanian bangsa
Indonesia adalah bangsa pelaut, pelaut yang unggul tentunya
Sebagai negara kepulauan, kawasan
peraiaran atau laut adalah wadah yang menyatukan pulau-pulau tersebut dari
Sabang ujung Sumatra sampai Marauke ujung Papua. Menjadikan negara Indonesia
sebagai negara kepulauan terbesar di bumi.
Kejayaan bangsa Indonesia di laut
tidak terlepas dari peran tiga kerajaan besar yang pernah ada di nusantara
yaitu Kerajaan Sriwijaya, Kerjaan Majapahit dan terakhir Kerajaan Gowa. Tiga
kerajaan inilah yang memberikan pengetahuan yang sangat berharga bagi bangsa
ini dalam bidang kelautan
Bahasa melayu menyatukan
Indonesia
 |
| Sumber: static3.sewarga.com |
Dalam buku Nusantara karya
Bernard H.M Vlekke menjelaskan dengan baik asal-muasal suku-suku bangsa di
indoensia yang berasal dari daratan cina selatan tepatnya di propinsi Yunnan
sekarang. Para imigran ini datang dalam dua gelombang dengan rentang waktu
lebih dari 2000 tahun gelombang pertama disebut Proto Melayu dan gelombang
kedua disebut Deutero Melayu. Proto Melayu dianggap sebagai leluhur dari Gayo
dan Alas di Sumatera bagian utara dan Toraja di Sulawesi dan sisahnya kecuali
Papua dan pulau-pulau di sekitarnya adalah bagian dari Deutero Melayu
Perbedaan secara rasial ini tidak
berpengaruh terhadap keberagaman bahasa di Indonesia. Berdasarkan teori F dan P
Sarasin yang merupakan penjelajah dan peneliti di pedalaman Sulawesi mengatakan
bahwa sekitar 170 bahasa yang dipakai di
kepulauan Indonesia adalah termaksuk kelompok Bahasa Austronesia
(Melayu-polinesia), sedangkan Bahasa Melayu yang menjadi nama seluruh kelompok
Bahasa Asia Tenggara yang mulanya hanya dipercakapkan di daerah Sumatra dan
semenanjung Malaya adalah berasal dari Hindia yang merupakan Bahasa ibu dari
sebagian 80 juta orang di Hindia.
 |
| Sumber: islamlib.com |
Bahasa ini kemudian berkembang
biak. Mengalami fase rembetan yang masif ke pulau-pulau di Nusantara seiring
dengan meningkatnya intensitas pelayaran dan perdagangnya di
pelabuhan-pelabuhan di Sumatra bagian timur dan di Semenanjung yang merupakan
tempat pertemua orang-orang dari segala pulau di Nusantara. Dari orang-orang
inilah Bahasa Melayu dibawa menyebar ke pulau-pulau hingga ke pelosok hingga
akhirnya menjadi Lingua Franca di
perairan nusantara.
Secara politik kondisi ini
memberikan pernyataan yang tegas bahwa pulau-pulau yang tersebar dari ujung
sumatera sampai ujung papua adalah satu kesatuan bangsa. Maskipun faktanya jauh
sebelum indonesia merdeka nusantara masih terpisah-pisahkan oleh
kerajaan-kerajaan yang saling berperang. Namun, akibat adanya Lingua France memberikan kemudahan untuk
saling terkoneksi melalui komunikasi dan sadar ataupun tidak kondisi ini
diartikan oleh bangsa asing bahwa pulau-pulau di nusantara adalah satu kesatuan
bangsa yang sekarang menjadi Indonesia